Entri Populer

Rabu, 03 November 2010

pengertian PTIK

1. KESIMPULAN
 Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era indormasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era informasi ini, TI dan TK memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan informasi dengan segala dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia.
2. KESIMPULAN
 Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan lainnya. Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.
 Sejarah IT dan internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET). Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh di lingkungan akademis (UI dan ITB), dan perlu diperbanyak lagi cerita tentang manfaat internet bagi bidang pendidikan.
Adanya internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya internet memungkinkan seseroang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus, aplikasi telnet atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak tentang pertolongan internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui internet. Tanpa adanya internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
Kerjasama antar pakar dan juga mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Saat ini hal tersebut dapat dilakukan dari rumah dengan mingirimkan email, tidak seperti dahulu seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi. Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional kea rah pendidikan yang lebih terbuka. Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning” Dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja dan kompetitif.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia mendatang adalah:
Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning)
Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukkan sebagai strategi utama.
Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan/latihan dalam sebuah jaringan.
Perpustakaan dan instrument pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.
Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video
eknologi adalah hal yang sudah tidak asing lagi dalam hidup kita. Masyarakat modern makin bergantung pada keberadaan teknologi, dan bukan tidak mungkin suatu hari nanti teknologi yang kian berkembang akan semakin membuat orang beranggapan teknologi adalah segalanya.
Tapi ternyata teknologi memiliki sisi lain yang sangat berdampak bagi kehidupan, yaitu implikasi dari keberadaan teknologi itu sendiri yang dewasa ini telah merubah banyak hal dalam masyarakat. Sadar atau tidak, kita telah memasuki era globalisasi komunikasi. Sekarang ini semua sudah serba online, dan itu berarti teknologi konvensional seperti dulu sudah berganti. Media lama mengalami kemunduran dan media baru akan terus berkembang mengikuti zaman serta mendapat dukungan dari masyarakat dan pihak pengiklan. Selain itu, akan ada banyak media alternatif yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan, yang tentunya lebih spesifik (niche) dan beragam.
Dibalik keberadaan teknologi yang dianggap sebagai “suplyer” bagi masyarakat karena kemampuannya dalam memberikan informasi yang up-date dan lengkap, secara tak langsung, keberadaan teknologi telah menewaskan jarak atau bisa dibilang jarak bukan hal penting lagi, karena teknologi telah mempermudah kita mengakses atau berkomunikasi dengan siapa pun tanpa penghalang jarak sehingga makna lokasi dimana kita berada sudah hilang. Akibat terlalu mudah mengakses dan terlalu banyak media yang menyediakan informasi, maka kita akan kebanjiran informasi dan komunikasi. Teknologi juga membuat orang memiliki mobilitas tinggi, namun efek yang paling signifikan adalah hilangnya privasi seseorang.
Bagaimana implikasinya terhadap media, apakah keberadaan teknologi akan mempengaruhi perubahan terhadap masa depan media? Jawabannya adalah iya. Media massa sedikit banyak akan mengalami pergeseran atau revolusi ke arah yang lebih canggih. Mulai dari buku, majalah, surat kabar, atau media cetak lainnya tidak memakai kertas lagi karena kita bisa membacanya secara online. Sisi baiknya, tentu jangkauannya lebih luas dan cepat, interaksi tinggi, selalu up-date, dan cost yang dikeluarkan lebih sedikit. Tapi hal tersebut justru akan menurunkan angka minat baca masyarakat terhadap buku dan media cetak.
Perkembangan yang sama juga terjadi pada media elektronik. Sekarang sudah ada internet radio, streaming radio, serta podcasting. Dan pada televisi yang kita tonton setiap hari sudah menggunakan teknologi digital bahkan sudah ada alternatif lain yaitu, TV Kabel. Selain itu, kita bisa mengirim atau melihat video secara online, misalnya melalui situs YouTube. Karena pesatnya perkembangan teknologi, membuat persaingan bisnis pertelevisian semakin ketat serta makin banyaknya stasiun TV yang muncul. Stasiun TV berusaha menyajikan pilihan acara yang makin tersegmen.
Perkembangan teknologi juga membawa pengaruh dalam bidang komunikasi, khususnya bagi Public Relations, jurnalistik dan Periklanan. Namun kita tidak boleh takut dan tergilas teknologi, tapi kita harus menjadikannya suatu tantangan serta modal dalam bekerja.
Apakah kita sudah siap dalam mengarungi era globalisasi komunikasi, dimana akan terjadi demokratisasi media dan informasi? Ketika hal tersebut sudah terjadi, maka kita akan memasuki zaman media baru yang diramalkan menjadi End of The Written Word. Yang terpenting, kita jangan sampai terbawa arus globalisasi sehingga kita harus dapat menyaring mana yang baik dan mana yang tidak boleh ditiru dengan tetap berpegang pada budaya kita. So, We Must Think Globally, Act Locally.
Revolusi di bidang komunikasi merupakan suatu hal yang tak dapat terelakkan. Apalagi jika mengingat posisinya sebagai bidang ilmu yang interdisipliner. Komunikasi yang sangat berkaitan dengan berbagai macam aspek kehidupan tentu memiliki pengaruh yang sangatlah besar. Perubahannya yang kian dinamis tentu memberi dampak tersendiri dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Perubahan dan perkembangan yang terjadi tentu memiliki berbagai macam implikasi tersendiri, baik yang positif maupun yang negatif sekalipun. Begitu pula dalam hal komunikasi terutama yang berkaitan dengan teknologinya. Bagaikan dua sisi mata uang yang saling berkebalikan. Di satu sisi perkembangan teknologi komunikasi diamini sebagai kemajuan yang mampu mempermudah penyebarluasan berbagai macam informasi. Mengingat bahwa informasi yang dihasilkan dari sebuah komunikasi, adalah ‘barang’ komoditas yang penting dan berharga1, hal ini tentu merupakan hal yang positif. Namun, di sisi lain keberadaannya dikhawatirkan mengancam keberadaan manusia sendiri, pencipta dan pengembangnya. Hal ini dikarenakan oleh pemikiran bahwa dengan adanya teknologi komunikasi maka kegiatan yang biasa dilakukan oleh manusia digantikan oleh mesin sebagai hasil perkembangan teknologi yang ada.
Implikasi yang dimunculkan oleh adanya revolusi teknologi komunikasi itu sendiri tidak dapat dipandang hanya dengan sebelah mata. Keberadaan hal-hal baru sebagai produk revolusi kemudian akan menimbulkan implikasi-implikasi baru dalam kehidupan manusia. Misalkan selama ini kita memperoleh berbagai macam informasi dan hiburan dari media tradisional/ konvensional seperti televisi, radio, majalah, koran,dsb. Sesuai dengan karakteristik berbagai media tadi yang sifatnya massa, kita tahu asal atau sumber dari mana informasi itu muncul. Sebagai khalayak kita tidak dapat secara aktif dan cepat menanggapi atau merespons apa yang kita dapat. Berbeda halnya sejak era media baru seperti internet muncul. Dengan karakteristik yang berbeda ia secara otomatis memberi implikasi yang bebeda pula bagi kehidupan kita. Internet memberi kita peluang seluas-luasnya untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri serta menanggapi informasi yang kita dapatkan. Kebaruan memunculkan implikasi baru.
Media tradisional yang dapat dipertanggungjawabkan isi serta asal usulnya kemudian mulai tergantikan oleh keberadaan media baru yaitu internet. Perubahan ini kemudian mau tak mau menimbulkan kebudayaan baru dan implikasi yang cukup mengkhawatirkan. Dengan akses yang luas, peredaran informasi yang ada di dalamnya menjadi sulit pengawasan dan kontrol akan konten informasi yang terkandung di dalamnya. Hal ini kemudian menyinggung aspek sosial seperti munculnya masalah mengenai privasi, hak kekayaan intelektual, dsb.
Kemajuan teknologi yang lain yang turut memberi sumbangan besar bagi yang turut memberi sumbangan besar bagi perkembangan teknologi komunikasi. Yang mana teknologi digital sendiri menyumbang kemajuan jalur komunikasi baru, yaitu sebagai teknologi untuk memanipulasi data dan peralatan2 dengan kemampuan penyimpanan dan transfer yang jauh lebih baik dari teknologi analog. Meskipun begitu eknoligi digital juga memiliki kekurangannya sendiri seperti perkembangan omunikasi yang ada.
Maka dari itu pengembangan dan perbaikan dari teknologi pada industri komunikasi yang ada terus dilakukan. Di sinilah kemudian kepemilikan standar teknis dalam pengembangan teknologi penting keberedaannya. Standar teknis ini yang kemudian akan membantu perkembangan teknologi dan industri komunikasi. Dan jika standar semacam ini tidak diterapkan maka perkembangan industri yang ingin dicapai bisa tehambat3.
Banyak konsekuensi yang menanti jika kita tidak dapat mengaplikasikan teknologi dengan baik dan benar, apalagi jika hal itu telah menyangkut isi informasi yang ada di dalamnya. Sehingga kiranya dari uraian singkat di atas tergambarkan bagaimana teknologi komunikasi yang berkembang senantiasa membawa implikasi positif maupun negative secara bersamaan terhadap kehidupan manusia di segala aspek. Sehingga pada akhirnya kiranya kemudian kita sepakat bahwa langkah yang harus diambil adalah pengaturan dan pengendalian akan pemakaian teknologi itu sendiri sehingga kita dapat memaksimalkan implikasi positif dan meminimalkan implikasi negatifnya.

Senin, 16 Maret 2009

Ini adlh hr prtma w bwt blog...
Prcobaan.!